Monday, February 6, 2012

DAY #24 "DEAR MY FRAGILE HEART"


Dear fragile heart,
Never apologize for being correct. Speak your mind, if you’re right and you know it. Even if you’re being ignored. Even if you are being punished. Even if you become minority. Remember, the truth’s still divine.

Dear fragile heart,
This is the life I choose to live. I am responsible for every single details on my path. For every words I speak. Every promise I make. Every step I take. I would never deny for what i have done.

Dear fragile heart,
I’ll do and i’ll accomplish every single by myself, on my way. I’ll not bother you. As long as you do yours in turn. I always honor you. But please do the same, will you? I’m not a working ant who always self-prepared all the time to work on everything.

Dear fragile heart,
Please be mature. Be brave to stand and fight for what you’ve choosed. You are independent! You have your rights equal to your responsibilities.

Dear fragile heart,
I’m tired of fighting alone. If you’re too busy to mind your selfish business, then I’ll stand over the edge and about to say I’m done. Because I’m totally sick of crying, tired of trying. I keep smiling but you know the truth that deep inside I’m dying. Don’t you know I am bored far beyond you can ever realize?

Dear fragile heart, 
I give you the permission to say NO to demands on my time that simply draining. I command you to be free from hatred. And I’ll command my self to be free from worries.


Sincerely Me,
Your Fragile Supervisor

Sunday, February 5, 2012

DAY#23 : "DATE 23, BECOMING 30 (OR 30 SOMETHING)"



Dear 30 (something), this letter is dedicated to you :)

Dua hari ini banyak sekali temanku yang menginjakkan kaki mereka di Klub 30 tahun (an). Reaksi mereka beragam, ada yang antusias dalam arti positif, ada yang sedih karena sudah lebih tua (dan oleh karena itu usianya di dunia ini berkurang setahun lagi), ada yang biasa aja, “So what?”, kata mereka. Lalu aku mengingat kembali apa yang aku pernah tulis di suatu hari di tanggal 23, tanggal kelahiranku, tanggal dimana aku memasuki gerbang usia 30 tahun(an) itu. 
*
Sepuluh tahun yang lalu bisa dipastikan aku tidak pernah membayangkan rasanya menjadi wanita 30an. Bahkan sampai 5 menit yang lalu pun begitu. Karena, mengutip lirik lagu "Apalah arti sebuah nama", aku juga berpikir "Apalah arti pijakan usia?" 10, 20, 30, 40 tahun.... yang penting kan bagaimana kita memaknainya bukan? Ada umur kronologis, ada umur mental. "30 tahun, ya ampun sudah tua ya?" Aku gak mau di komentarin seperti itu. Tapi "30 tahun, pastinya sudah lebih matang ya!" Nah itu dia yang aku mau.....

Capek nggak sih selalu diposisikan seperti anak kecil. Ketika menyangkut masalahnya orang lain, kita dituntut bersikap seperti orang dewasa yang dimintai nasihat bal bla bla. Namun ketika menyangkut hidup kita sendiri, beda banget.... Selalu dijaga, diatur, justru menjelang umur yang katanya seharusnya bisa jadi lebih dewasa... Duh, repotnya...

Kalau selama ini aku selalu menjadi anak yang manut, penurut, kompromi tingkat tinggi, penyelaras (yang kadang-kadang bikin makan ati malah), aku harus mulai bisa menentukan sikap dalam hal-hal yang menyangkut kelangsungan hidup aku. Dan ketika akhirnya aku mencoba, toh ternyata tidak sesulit apa yang menjadi kekhawatiran selama ini. "Mama gak akan memaksa. Itu hidup kamu, kamu yang akan menjalani. Yang pasti Mama Papa akan selalu berdoa dan memberi restu," kata kedua orangtuaku. Thank God, akhirnya mereka sadar juga bahwa anaknya telah 'tua' haha..

So, becoming 30... satu step dalam hidup yang harus dijalani. Semoga aku bisa memenuhi tahapan perkembangan usia ini succsesfully dengan keputusan-keputusan hidup yang seharusnya bisa dipertimbangkan dengan lebih matang lagi. Hidup adalah suatu kehendak bebas, tapi suatu kebebasan harus diselaraskan dengan tanggung jawab moral. Tanggung jawab moral akan mengawal kita pada kebahagiaan. Karena tidak ada orang yang memilih untuk tidak bahagia bukan?

Ah... sebuah renungan filosofis yang sepertinya hanya bisa direnungi oleh diri sendiri.
30 something, here i come... fully loaded. Yeayy!!
*
Dan buat teman-teman 30 tahun(an) ku di luar sana. You are not alone : )))

Saturday, February 4, 2012

DAY#22 "SELAMAT ULANG BULAN YANG KE-3, DEAR ARA"


Arafah Tabina

Dear Ara,
Buka surat ini tanggal 4 November 2028 ya, saat kamu sudah lebih dapat memahami rangkaian kata yang Aunty tuliskan untukmu di sini.

*

Dear Ara,
Tidak, hari ini bukan hari yang biasa, karena memang tidak ada hari yang biasa. Hari ini hari yang spesial, karena memang setiap hari adalah hari yang spesial. Kalau hari ini menjadi lebih spesial, itu karena hari ini tepat 17 tahun yang lalu, Tuhan menghadirkanmu di dunia ini untuk melengkapi kebahagiaan kami. Hari ini 17 tahun yang lalu kamu menjadi seorang yang terpilih merasakan keagungan Tuhan untuk menjalani kehidupan di dunia.

Dear Ara,
Hari ini 17 tahun yang lalu ada seorang ibu yang spesial yang rela mempertaruhkan nyawanya karena sesuatu yang spesial, bayi yang telah dianugerahkan padanya dan dengan tanggung jawab sepenuh jiwa ia bahkan tidak memperdulikan hidupnya.

Dear Ara,
Hari ini 17 tahun yang lalu ada seorang ayah yang setia berdoa di samping istrinya, berharap ridho Tuhan bahwa segalanya baik saja, dan bahwa perjuangan istrinya tidak menjadi sia sia.

Dear Ara,
Hari ini 17 tahun yang lalu seorang bayi memutuskan untuk berjuang keluar dari rahim tempat hidupnya selama 9 bulan demi menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi keluarganya.

Dear Ara,
Hari ini 17 tahun yang lalu ada tangan-tangan mengadah mencari ridho Tuhan atas bayi terpilih yang menjeritkan tangisnya di terangnya siang.

Dear Ara,
Ya, kamulah bayi terpilih yang berbahagia. Karena bisa saja dengan kuasaNya kamu tidak ada. Dan seharusnya kamu tahu Tuhan punya alasan memilihmu, untuk tidak membuatNya, keluarga, dan orang-orang  yang menyayangimu menjadi kecewa.

Jadi ingatlah Ara. Tidak ada hari yang biasa. Karena hari yang akan kamu jalani merupakan jalan mewujudkan harapan mereka dan cita citamu kelak, hari yang harus selalu akan kamu syukuri karena kamu telah menjadi seseorang untuk berada di dunia.

*

Saat surat ini ditulis, kamu telah menghiasi kehidupan kami dengan 3 bulan yang sangat sangat membahagiakan, Nak. Selamat ulang bulan ke-3, Dear Ara. Semoga kamu selalu diberkati Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkahmu, Sayang.


Peluk dan Cium
Aunty

Thursday, February 2, 2012

DAY#20 "GWS ALANA, HUGS & KISSES FROM AUNTY"


Dear Alana,
Apa kabar, Sayang? Aunty dengar kamu lagi sakit ya? Sakit apa sayang? Demam? Duh, cepat sembuh ya Nak. Doa Aunty dan kami semua tidak terputus untukmu, Sayang. Alana, melihat gambar kamu tergolek lemah yang dikirimkan Ummi, Aunty jadi sedih. Kamu tampak sangat tidak berdaya. Begitu terlihat bahwa memang kamu masihlah seorang mahluk kecil berusia 3 tahun yang pada satu titik takluk pada rasa sakit. Aunty dan semua mengerti, Nak, kamu pasti kesakitan sekali. Kamu jarang sekali mengeluh meski kamu terjatuh. Bahkan luka akibat rasa penasaran yang membawa kulitmu teriris silet atau tertusuk jarum pun tidak kamu gubris. 
 
Alana sayang, kami terlanjur mengenalmu sebagai anak yang sangat aktif dan periang. Wajar jika Nenek, Datuk, Uyut, Yangti, Ummi, Abi, Aunty, Pipi, Mimi, bahkan adik Ara kehilangan keceriaan yang kamu tebarkan. Mereka semua yang berada di dekatmu pasti cemas, Aunty yang di sini pun begitu. Setiap Ummi bilang demammu tidak berangsur turun, Aunty merasakan perut Aunty bergejolak. Ingin rasanya berada di sampingmu untuk sekedar memeluk atau mendendangkan lagu “Twinkle Twinkle Little Star” favoritmu. Atau bermain tebak-tebakan pakai bahasa Inggris dan membiarkanmu yang mengatakan, “Close your eyes! Guees what is it!”, dengan suara cemprengmu. Aunty bahkan rela untuk berjoget ala Cherry Belle atau Iklan Pocari Sweet atau menciptakan gerakan ajaib demi melihat kamu tertawa terbahak-bahak. Pun jika kamu minta Aunty terus menerus menggambar di sketch book atau mengajarimu mengetik di laptop. Aunty rela, sayang.
 
Alana, cepat sembuh ya Nak. Kalau Ummi atau Abi minta Alana minum obat, jangan berontak ya Sayang. Kan biar Lana cepat sembuh. AC-nya juga boleh dimatikan ya, biar Alana tidak masuk angin. Kalau Alana sembuh, kan Alana bisa main lagi di taman, bisa naik odong-odong lagi, bisa makan Fetucinni atau Pizza sepuasnya. Cokelat dan Es krim juga boleh, tapi sedikit aja ya. Oiya, sini Aunty bisikin. Kata adik Ara, dia kangen sama kakak Lana. Kangen dicium, kangen diajak main, kangen dinyanyiin. Kakak Alana nya cepat sembuh ya, sayang. Kita semua berdoa sama Tuhan. Salam juga dari Nenek Ibu dan Aki Ayah di Bandung.


Cium dan peluk hangat dari Aunty

Wednesday, February 1, 2012

DAY#19 : "HAPPY BIRTHDAY, KANG FEBBY"


For the Birthday Man @febbylorentz
Sketch as a birthday present from me :)

Everybody let’s sing!
"Happy Birthday to you,
You were born in the Zoo,
With the Monkey and Donkey,
And they smell just like you!"
Haha oopsss, so sorry Brother :)
 
Hey, hey Birthday Man, cheer up! I am writing you this letter to wish you more blessings and happiness in your birthday. You know what? You are a very wonderful person and you are loved by so many people. Don’t believe me? Please take a look around you! :)
 
In this special day of yours, I pray that Allah The Mighty will grant you all that your heart desires and may you have many more birthdays to come (Amin). Hope today you’re not just a year older, but a year better. Please always remember that birthdays are not about how old we are but on how we have lived and touched others lives in the years of your existence. Nah, I am very sure that you have touched so many lives and I am happy to say that I am one of those lucky ones. It’s true! 

Once again, happy birthday and may you and your family be of good health always. And the last but not least, hope your birthday blossoms into lots of dreams come true!

Wishing you whatever you ever wished on your Birthday.
-Me, Angel from The Afternon Rainbow-