Monday, September 30, 2013

Kematian September





Apa yang dibawa oleh angin bulan September ini, Sayang
Adalah gumpalan dari bagian diriku yang bernama kerinduan atas kamu
Yang kupintal dari benang-benang asa, lebih dari 1000 hari lamanya
Lalu kuterbangkan saat kau perlahan mulai menjauh, semakin menjauh
Yang tersisa hanya bayang hitam tubuhmu dalam gayut kelopak mataku.

Apa yang dibawa oleh hujan bulan September ini, Sayang
Adalah rantai janji yang perlahan terkikis, terlarut menjadi butir butir karat    
Meninggalkan bau besi yang mengganggu penghidu, mual mengoyak lambungku
Lalu termuntahkan saat aku kembali memaksa membentuk rangkaian aksara
Yang tersisa hanya dedak, menolak untuk bahkan bertatap dengan kornea mataku      

Gumpalan rindu dan untaian janji yang dulu mengikat
Bertarung dalam September yang tak lagi bersahabat

Kupikir ia tak pernah sudi berteman dengan kata jahat
Hingga September menjelma sosokmu, cinta yang khianat

1000 hari lalu.
Katamu. Ini tak akan lama, Sayang
Kaupintal saja rindumu dan kau terbangkan bersama angin hingga menggapaiku
1000 hari lalu.
Bisikmu. Ini hanya akan sejenak, Sayang
Kaujalin saja janjiku, bentangkan sebagai jembatan jarak antara kita yang terlalu

1000 hari kemudian. 
Apa yang dibawa oleh dingin bulan September, Sayang
Adalah bongkahan mengeras dari sesuatu yang dulu berdetak dalam dadaku
“Tak lagi menghela dengan leluasa. Satu dua tiga sebentar lagi ia mati,” pikirmu
Sayang, kebenaran telah menempaku, melindungi dengan teramat mumpuni
Yang tersisa hanya aku, tak lagi tunduk pada sorot palsu dari kedua bola matamu.
---
(Bety, akhir September 2013)

2 comments:

  1. senang akhirnya saya bisa menikmati karya-karya di blog ini tanpa membuka google translate. :-D

    btw, puisi yg mengiris bet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...halah.

      Makasih Andri sudah mampir. :')

      Delete